Penerapan Buku Point Di
SMAN 10 Tangsel
Tangerang
Selatan – Penerapan buku point di SMA Negeri 10
Tangsel sudah terlaksana, buku point digunakan sebagai pedoman jika ada siswa
yang melanggar peraturan tata tertib di sekolah tersebut. Kedisiplinan dan ketertiban di
lingkungan sekolah memang sangatlah penting, Oleh sebab itu perlu diatur dalam
sebuah tatanan yang disebut dengan tata tertib sekolah.
Kamis
(4/12/14), Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Muklas S.Pd mengatakan “diadakan
tata tertib di SMAN 10 ini dibuat untuk mengatur pelaksanaan di sekolah,
ketertiban anak biar seragam untuk menyatukan satu pandangan dan kerapihan
anak-anak.”
Salah
satu contoh peraturan tata tertib yang wajib dipatuhi oleh seluruh siswa SMA
Negeri 10 ini adalah Siswa diwajibkan memakai pakaian yang sesuai dengan
peraturan sekolah.
“Ya,
Wajib. eee.. dibuat aturan yang sama setiap anak harus atau wajib mengikuti
aturan yang telah ditentukan, wajib berpakaian yang rapi sesuai dengan
ketentuan sekolah,” terang Muklas S.pd kepada jurnalis di kantornya.
Disisi
lain laki-laki berjenggot putih itu menengaskan “Jika ada anak yang melanggar
akan mendapatkan point point pelanggaran, nah didalam buku peraturan sekolah
disitu ada beberapa point yang wajib dinilai, setiap anak yang melanggar harus
ditindak / diberi point.”
Guru
Bimbingan Konseling juga berperan dalam penerapan buku point, Koesoemastoeti
S.Pd selaku guru BK mengatakan “Peran ibu dalam buku point, pertama apabila ada
siswa yang melanggar itu ada kaitannya dengan point pertama kali adalah guru
piket yang menangani kemudian anak itu diserahkan ke walikelasnya terlebih
dahulu, dan mungkin ada yang bisa dibantu maka larilah penangannya ke guru BK.
Apabila guru BK sudah menangani dan tentunya tidak ada perubahan maka ada ketentuan-ketentuan
tertentu yang harus diberikan kepada siswa tersebut.”
Buku
point di sekolah tersebut digunakan sebagai pedoman peraturan tata tertib, jika
ada yang melanggar peraturan siswa akan dikenakan sanksi yang sesuai dengan
buku point. Saat diminta tanggapan terkait peraturan tata tertib di sekolah,
Zsazsa siswa kelas XII mengatakan “pernah melanggar peraturan sekolah,
contohnya ngga pake gesper, terus bajunya ngga rapih, hukumannya dapet 2 point.”
Penerapan
buku point seharusnya diterapkan dan diperketat lagi diseluruh sekolah agar
siswa-siswinya bisa lebih tertib dan disiplin, karena ketertiban dan
kedisiplinan dilingkungan sekolah memang sangatlah penting.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar