Sabtu, 13 Desember 2014

HUKUM - Penerapan Buku Point

Penerapan Buku Point Di SMAN 10 Tangsel


Tangerang Selatan – Penerapan buku point di SMA Negeri 10 Tangsel sudah terlaksana, buku point digunakan sebagai pedoman jika ada siswa yang melanggar peraturan tata tertib di sekolah tersebut. Kedisiplinan dan ketertiban di lingkungan sekolah memang sangatlah penting, Oleh sebab itu perlu diatur dalam sebuah tatanan yang disebut dengan tata tertib sekolah.

Kamis (4/12/14), Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Muklas S.Pd mengatakan “diadakan tata tertib di SMAN 10 ini dibuat untuk mengatur pelaksanaan di sekolah, ketertiban anak biar seragam untuk menyatukan satu pandangan dan kerapihan anak-anak.”

Salah satu contoh peraturan tata tertib yang wajib dipatuhi oleh seluruh siswa SMA Negeri 10 ini adalah Siswa diwajibkan memakai pakaian yang sesuai dengan peraturan sekolah.

“Ya, Wajib. eee.. dibuat aturan yang sama setiap anak harus atau wajib mengikuti aturan yang telah ditentukan, wajib berpakaian yang rapi sesuai dengan ketentuan sekolah,” terang Muklas S.pd kepada jurnalis di kantornya.
Disisi lain laki-laki berjenggot putih itu menengaskan “Jika ada anak yang melanggar akan mendapatkan point point pelanggaran, nah didalam buku peraturan sekolah disitu ada beberapa point yang wajib dinilai, setiap anak yang melanggar harus ditindak / diberi point.”

Guru Bimbingan Konseling juga berperan dalam penerapan buku point, Koesoemastoeti S.Pd selaku guru BK mengatakan “Peran ibu dalam buku point, pertama apabila ada siswa yang melanggar itu ada kaitannya dengan point pertama kali adalah guru piket yang menangani kemudian anak itu diserahkan ke walikelasnya terlebih dahulu, dan mungkin ada yang bisa dibantu maka larilah penangannya ke guru BK. Apabila guru BK sudah menangani dan tentunya tidak ada perubahan maka ada ketentuan-ketentuan tertentu yang harus diberikan kepada siswa tersebut.”

Buku point di sekolah tersebut digunakan sebagai pedoman peraturan tata tertib, jika ada yang melanggar peraturan siswa akan dikenakan sanksi yang sesuai dengan buku point. Saat diminta tanggapan terkait peraturan tata tertib di sekolah, Zsazsa siswa kelas XII mengatakan “pernah melanggar peraturan sekolah, contohnya ngga pake gesper, terus bajunya ngga rapih, hukumannya dapet 2 point.”


Penerapan buku point seharusnya diterapkan dan diperketat lagi diseluruh sekolah agar siswa-siswinya bisa lebih tertib dan disiplin, karena ketertiban dan kedisiplinan dilingkungan sekolah memang sangatlah penting.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar