KENAIKAN BAHAN POKOK
Komunitasjurnalis.wordpress.com, Jakarta – Kenaikan jumlah
harga kebutuhan bahan pokok setelah harga bahan bakar minyak (BBM) naik. Mencapai
100 persen, harga bahan pokok naik bukan hanya karena adanya kenaikan BBM saja
tetapi ada factor lainnya yaitu, kondisi cuaca yang tidak stabil dan terjadinya
hujan terus menerus sehingga menyebabkan banjir di mana-mana sehingga
menyebabkan petani menjadi gagal panen.
Menurut salah satu pedagang yang ada di daerah Pamulang yaitu
“Reaksi para konsumen sangat kaget saat mengetahui kenaikan harga bahan pokok,
yang paling mencolok yaitu kenaikan harga cabai bisa mencapai 100 persen dari
harga biasa, naiknya bisa mencapai 5000-10000 per-kilogram dari semua jenis
sayur-sayuran. Kenaikan bahan pokok ini terjadi setiap tahun dan di saat
mendekati hari raya. Tidak ada kesulitan untuk mendapatkan distribusi barang
hanya saja mengurangi volumenya”, ujar Jonatan. Selasa (2/12/2014).
“Kenaikan harga saat ini sangat terasa bagi penjual dan
pembeli, mau tidak mau pembeli bisa mengocek harga yang tinggi, karena penjual
sendiri membeli barang dengan harga yang sudah naik,” ungkapnya Suwarti salah
satu pedagang di daerah Ciputat, Tangerang Selatan.
Dampak adanya kenaikan harga bahan pokok bagi konsumen adalah
menambah biaya pengeluaran sehari-hari dan biaya kebutuhan lainnya. Untuk
mengurangi biaya tersebut konsumen sebisa mungkin mengatur keuangan dan
mengurangi porsi belanja.
Dan menurut salah seorang ibu rumah tangga tentang kenaikan
bahan pokok “Dengan adanya kenaikan harga bahan pokok ini ibu rumah tangga
seperti kami juga yang ikut pusing mengatur keuangan kalau apa-apa menjadi
naik, dan pengeluaran semakian bertambah dengan adanya kenaikan bahan pokok
tersebut”, pendapat Nur.
Kenaikan bahan pokok ini terjadi karena dampak dari adanya
kenaikan BBM sehingga harga-harga kebutuhan pokok dan lain-lainnya menjadi
ikutan naik, sehingga biaya yang di keluarkan untuk setiap harinya akan semakin
bertambah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar